tvnovellas.info Novels BUKU HIDUP BERAWAL DARI MIMPI PDF

BUKU HIDUP BERAWAL DARI MIMPI PDF

Sunday, October 6, 2019 admin Comments(0)

download isi novel hidup berawal dari mimpi pdf - download isi novel hidup berawal dari mimpi such as: meine mutter, sein exmann und ich, die psalmen: das. [pdf]free c net web developer apos s guide 1s download book c net web chapter 5 answer key download isi novel hidup berawal dari mimpi. download download isi novel hidup berawal dari mimpi pdf - carefully e-books hidup berawal dari mimpi fahd djibran librarydoc20 pdf this our library.


Author:ELMER BOHONIK
Language:English, Spanish, Portuguese
Country:Bosnia Herzegovina
Genre:Biography
Pages:695
Published (Last):21.08.2015
ISBN:414-3-59762-996-6
ePub File Size:19.84 MB
PDF File Size:18.14 MB
Distribution:Free* [*Sign up for free]
Downloads:26609
Uploaded by: BLAINE

Sat, 15 Dec GMT isi novel pdf -. Indian Statistical Institute. (ISI) is an academic institute of national importance as recognised by a act of the. Find them is style of ppt, kindle, pdf, word, txt, rar, and also zip. Exactly how? download download isi novel hidup berawal dari mimpi pdf download isi novel. This is a relied on area to have Hidup Berawal Dari Mimpi Fahd Djibran by Laura totally free reading online in rar, word, pdf, txt, kindle, zip, and also ppt.

Wcvb breaking news alerts. Scan line effect in gimp. Mozilla firefox android download apk. Need to remove pages from pdf. Visual studio ultimate. Leo daily horoscopes. Wild radio station.

Masyarakat selama ini mencibir orang yang menyukai sesamanya, seperti pria dengan pria, maupun wanita dengan wanita.

Perlakuan masyarakat selama ini hanya meremehkan dan menjauhkan kaum homoseksual tanpa mencari tahu apa yang menyebabkan mereka seperti itu. Masyarakat menganggap kaum homoseksual memiliki kelainan atau penyimpangan aktivitas seksual. Berbagai penelitian mengenai penyebab homoseksual telah banyak dilakukan. Dari hasil penelitian tersebut diketahui apa yang menyebabkan seseorang menjadi homoseksual. Penulis pun ingin mengetahui apakah faktor seseorang menjadi homoseksual yang telah dikemukakan para ahli psikologi juga menjadi penyebab dua tokoh utama novel LT menjadi homoseksual Oleh karena itu, penulis melakukan analisis terhadap dua tokoh utama dalam novel LT untuk mengetahui apa yang menyebabkan keduanya menjadi homoseksual.

Dua tokoh utama tersebut adalah Rafky dan Valent. Dalam hal ini penulis tertarik untuk menganalisis kepribadian dan latar belakang kehidupan tokoh utama novel LT untuk mengetahui faktor penyebab mereka menjadi homoseksual. Sebelum memahami kepribadian dan latar belakang yang menyebabkan tokoh utama dalam LT menjadi homoseksual, terlebih dahulu penulis akan mengkaji unsur instrinsik yang hanya berpusat pada tema, tokoh, dan latar yang terdapat dalam LT secara struktural.

Analisis unsur instrinsik perlu dilakukan, karena dalam penelitian sastra dengan menggunakan metode psikologi sastra harus menekankan kajian secara keseluruhan, baik berupa unsur instrinsik maupun ekstrinsik. Kajian unsur instrinsik hanya pada tema, tokoh, dan latar karena masing-masing unsur tersebut memiliki kaitan dalam pembentukan kepribadian dan penyebab menjadi homoseksual. Latar dimana para tokoh berada menunjukkan kepribadiannya, tema pada cerita menjadikan acuan dalam pembentukan sifat maupun karakter tokoh.

Selain itu, pendekatan secara struktural merupakan titik awal untuk menganalisis karya sastra, termasuk untuk menemukan aspek psikologi tokoh utama. Setelah menganalisis unsur instrinsik yang membangun jalannya cerita, maka penulis menganalisis tokoh utama LT.

Analisis dilakukan terhadap kepribadian tokoh utama novel LT. Untuk menganalisis tokoh novel LT secara mendalam digunakan ilmu bantu psikologi. Penulis menggunakan psikologi karena psikologi dapat menelaah jiwa tokoh secara luas dan mendalam, baik dari segi sifat maupun sikap manusia.

Tokoh utama dalam LT merupakan tokoh yang mengalami persoalaan kejiwaan dalam hal aktivitas seksual, sehingga patut 6 dianalisis dengan ilmu psikologi, khususnya psikologi kepribadian dan psikoseksual. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, beberapa permasalahan yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut: Unsur instrinsik dalam novel L T yang memiliki kaitan dalam pembentukan kepribadian dan penyebab tokoh utama menjadi homoseksual, meliputi tema, tokoh, dan latar.

Kepribadian seperti apa yang dimiliki tokoh utama dan faktor apa saja yang menyebabkan tokoh utama menjadi homoseksual dalam novel LT C.

Hidup Berawal Dari Mimpi

Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, dapat penulis rumuskan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini: Menjelaskan unsur instrinsik yang membangun jalan cerita meliputi tema, tokoh, dan latar dalam novel LT. Mengungkap dan menjelaskan kepribadian tokoh utama dan faktor penyebab tokoh utama menjadi homoseksual dalam novel LT 7 2. Manfaat Penelitian Secara teoritis hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori psikologi kepribadian dan pikoseksual dapat diterapkan dalam psikologi sastra.

Selain itu, melalui penelitian ini diharapkan masyarakat mengetahui faktor penyebab mengapa seorang pria laki-laki dapat menjadi homoseksual dan memberikan gambaran kejiwaan seseorang yang mengalami homoseksual. Manfaat lain yang bisa diambil pembaca ialah hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan penelitian yang sejenis.

Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, karena bahan dan data diperoleh melalui sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Objek struktural yang diteliti hanya terbatas pada unsur instrinsik yang membangun cerita, yaitu pada unsur tema, tokoh, dan latar dengan menggunakan metode struktural.

Analisis unsur intrinsik novel hanya pada tema, tokoh, dan latar karena ketiganya akan membantu penulis dalam menganalisis kepribadian dua tokoh utama dan faktor penyebab menjadi homoseksual secara mendalam. Faktor penyebab dua tokoh utama menjadi homoseksual menjadi objek utama yang diteliti.

Penulis akan menjelaskan dan menguraikan penyebab dua tokoh utama menjadi homoseksual. Untuk meneliti hal tersebut penulis menggunakan metode psikologi sastra, melalui sisi kepribadian tokoh. Landasan Teori 1. Teori Intrinsik Pada Karya Fiksi Sebuah karya sastra, fiksi atau puisi, menurut kaum Strukturalisme adalah sebuah totalitas yang dibangun secara koherensif oleh berbagai unsur pembangun -nya.

Struktur karya sastra dapat diartikan sebagai susunan, penegasan, dan gambaran semua bahan dan bagian yang menjadi komponennya yang secara bersama membentuk kebulatan yang indah Abrams dalam Nurgiyantoro, Struktur karya sastra mengarah pada pengertian hubungan antarunsur intrinsik yang bersifat timbal-balik, saling menentukan, saling mempengaruhi, yang secara bersama membentuk satu kesatuan yang utuh Nurgiyantoro, Langkah yang perlu dilakukan oleh peneliti psikologi sastra adalah harus menekankan kajian pada keseluruhan karya, baik berupa unsur intrinsik maupun ekstrinsik.

Tekanan unsur intrinsik pada suatu karya sastra dilakukan pada tema dan amanat, tokoh dan penokohan serta perwatakannya, latar dan pelataran, dan alur cerita. Namun, dalam penelitian ini analisis stuktural difokuskan pada unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh, dan latar yang ada pada novel.

Hal tersebut karena tiap-tiap tokoh memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Latar saat para tokoh berada juga mempengaruhi kejiwaan mereka.

Tema pada cerita menjadikan acuan dalam pembentukan sifat maupun karakter tokoh. Setiap karya fiksi pasti mengandung atau menawarkan tema. Untuk mengetahui apa isi tema tidak mudah dilakukan. Tema harus dipahami dan ditafsirkan melalui cerita dan data-data, dalam hal ini unsur-unsur pembangun 9 cerita Nurgiyantoro, Tema theme menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita dalam Nurgiyantoro, Luxemburg mengemukakan kepribadian dan watak tokoh dapat diketahui secara eksplisit dan implisit.

Secara eksplisit jika watak tokoh dilukiskan oleh komentar pelaku lain, dan secara implisit jika terjadi lewat perbuatan dan ucapan Tokoh dengan berbagai pengalaman kehidupannya dalam karya sastra memerlukan ruang lingkup, tempat, dan waktu, sama halnya dengan kehidupan manusia di dunia nyata. Dengan kata lain, fiksi sebagai dunia selain membutuhkan tokoh, cerita, tema, juga memerlukan latar.

Latar atau setting yang disebut juga sebagai landas tumpu, mengarah pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan Abrams melalui Nurgiyantoro, Nurgiyantoro membedakan unsur latar ke dalam tiga unsur pokok, yaitu latar tempat, waktu, dan sosial.

Ketiganya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya Teori Psikologi Sastra Menurut Endraswara, psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sastra sebagai aktivitas kejiwaan. Karya sastra dipandang sebagai fenomena psikologis.

Karya sastra menampilkan aspek-aspek kejiwaan melalui tokoh-tokohnya Kepribadian berasal dari kata personality Inggris yang berasal dari kata persona Latin yang berarti kedok atau topeng, dimaksudkan untuk menggambarkan perilaku, watak atau pribadi seseorang.

Kepribadian adalah suatu totalitas psikhophisis yang kompleks dari individu, sehingga tampak di dalam tingkah lakunya yang unik Sujanto, Psikologi kepribadian adalah psikologi yang khusus membahas kepribadian manusia, membahas tentang psikhe seorang sebagai pribadi, yang merupakan segi lain daripada segi sosial manusia Sujanto, Teori kepribadian yang akan penulis gunakan untuk menganalisis kepribadian dua tokoh utama adalah teori kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung selanjutnya disebut Jung.

Fungsi jiwa menurut Jung ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teoritis tidak berubah-ubah dalam lingkungan yang berbeda-beda melalui Sujanto, Berdasarkan atas sikap jiwanya, manusia digolongkan menjadi dua tipe, yakni manusia yang bertipe introvert dan manusia yang bertipe ekstravert. Sujanto berpendapat jika orang yang introvert atau tertutup hidupnya dipengaruhi oleh dunia subyektif, yaitu dunia di dalam dirinya sendiri, penyesuaian dengan dunia luar kurang baik.

Adapun orang yang ekstrovert atau terbuka, hidupnya dipengaruhi oleh dunia 11 obyektif, dunia di luar dirinya. Orientasinya terutama tertuju keluar, pikiran, perasaan maupun tindakannya ditentukan oleh lingkungannya Kemudian untuk mengetahui faktor dua tokoh utama menjadi homoseksual, penulis menggunakan psikoseksual.

101 Creative Notes

Teori psikoseksual yang digunakan adalah teori yang dipaparkan oleh Elizabeth Hurlock dan beberapa rujukan sejenis. Psikoseksual digunakan untuk mengetahui mengapa tokoh utama memiliki aktivitas seksual yang tidak lazim.

Perilaku seksual yang berkelainan variant sexual behavior adalah perilaku seksual di mana pemuasannya ditentukan oleh sesuatu yang lain, bukan lewat hubungan seksual dengan pasangan beda jenis yang sudah dewasa.

Perilaku seksual yang berkelainan dialami oleh pria maupun wanita dan tidak menimbulkan korban Supratiknya, Homoseksual merupakan salah satu bentuk varian atau kelainan seksual yang dialami seseorang. Perilaku homoseksual menurut Supratiknya adalah perilaku seksual yang ditujukan pada pasangan sejenis, pria dengan pria maupun wanita dengan wanita Pola kepribadian manusia mulai terbentuk pada masa kanak-kanak. Perlakuan dari orang tua dan orang-orang di sekitar merupakan faktor terpenting dalam pembentukan pola kepribadian anak.

Semua bidang perkembangan perilaku anak dikaitkan dengan potensi bahaya yang dapat membawa akibat buruk pada penyesuaian pribadi dan sosial. Disiplin yang tidak konsisten atau disiplin yang terlalu didasarkan pada hukum, kegagalan dalam mengambil peran seks sesuai dengan pola yang disetujui oleh kelompok sosial, serta kemerosotan dalam 12 hubungan keluarga dan konsep diri yang kurang baik pada masa kanak-kanak merupakan bahaya psikologis saat ia dewasa Hurlock, Berdasarkan penjelasan Harlock, pendidikan dan perlakuan dari keluarga berperan penting dalam membentuk kepribadian dan aktivitas seksual seseorang saat ia dewasa.

Pembahasan lebih jelas mengenai landasan teori yang digunakan akan penulis paparkan pada Bab selanjutnya Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori. Metode Penelitian Suatu penelitian atau analisis membutuhkan suatu metode tertentu.

Tanpa metode suatu penelitian akan sulit dilakukan dan tidak memiliki acuan. Menurut Endraswara, metode penelitian sastra adalah cara yang dipilih oleh peneliti dengan mempertimbangkan bentuk, isi, dan sifat sastra sebagai subjek kajian Adapun metode penelitian yang digunakan penulis untuk menganalisis homoseksual dua tokoh utama dalam novel LT adalah metode struktural dan metode psikologi.

Metode struktural digunakan untuk mengetahui unsur pembangun cerita dan metode psikologi sastra untuk menguraikan kepribadian dua tokoh utama. Metode struktural adalah metode penelitian sastra yang bertindak pada prinsip stukturalisme bahwa karya sastra dipandang sebagai peristiwa kesenian seni bahasa yang terdiri dari sebuah struktur Wellek, Pada metode struktural biasanya dilakukan penekanan pada relasi antarunsur pembangun teks satra.

Penekanan strukturalis adalah memandang karya sastra sebagai teks 13 mandiri. Penelitian dilakukan secara obyektif, menekankan aspek intrinsik karya sastra Endraswara, Metode ini digunakan sebagai langkah awal sebelum sampai pada pembahasan yang lebih mendalam, yakni aspek psikologi tokoh utama. Metode struktural pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tema, tokoh, dan latar sebagai pendukung dalam menganalisis kepribadian dua tokoh utama.

Metode yang digunakan untuk menganalisis kepribadian tokoh utama novel LT adalah metode psikologi. Metode psikologi sastra merupakan suatu metode yang menekankan pada segi-segi psikologis yang terdapat dalam sastra, yakni pengarang, pembaca, maupun karya sastra Semi, Metode psikologi sastra dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis kepribadian dua tokoh utama dan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan keduanya menjadi homoseksual.

Aminuddin Seperti yang telah diuraikan di atas, penulis menggunakan pendekatan tekstual dalam metode psikologi sastra. Pendekatan tekstual berusaha mengkaji aspek-aspek psikologis sang tokoh dalam karya sastra dengan menggunakan psikologi khusus.

Secara khusus ilmu psikologi yang digunakan yaitu psikologi kepribadian dengan teori yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dan 14 psikoseksual. Teori Jung dipakai untuk mengetahui kepribadian dua tokoh utama, dan psikoseksual dipakai dalam menganalisis kondisi kehidupan seksual yang menyebabkan tokoh menjadi homoseksual. Sistematika Penulisan Untuk mempermudah memahami skripsi ini, maka penulis menyusun skripsi ini berdasarkan sistematika sebagai berikut: Bab I merupakan pendahuluan, terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II merupakan tinjauan pustaka dan kerangka teori yang membahas penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dan teori yang membahas unsur instrinsik pada novel dan pemahaman mengenai psikologi kepribadian dan psikoseksual. Bab III merupakan analisis unsur intrinsik novel yang meliputi tema, tokoh, dan latar yang terdapat di dalam novel Lelaki Terindah karya Andrei Aksana, dengan metode struktural.

Bab IV merupakan pembahasan mengenai analisis kepribadian dan homoseksual tokoh Rafky dan Valent dalam Novel Lelaki Terindah dengan kajian psikologi melalui teori kepribadian dan psikoseksual.

Bab V merupakan simpulan yang berisi bab penutup yang memaparkan hasil yang telah diperoleh penulis dari penelitian ini. Tinjauan Pustaka 1. Penelitian Sebelumnya Aspek psikologi manusia merupakan hal yang menarik untuk dipelajari.

Melalui psikologi, seseorang akan mengetahui kepribadian atau kejiwaan orang lain. Karakter seseorang akan lebih mudah diketahui dengan psikologi. Demikian juga dengan memahami sifat dan karakter tokoh pada sebuah novel. Berbagai tokoh yang diciptakan oleh pengarang tentunya memiliki sifat dan karakter yang berbeda.

Karakter dan sifat para tokoh tersebut akan mempengaruhi jalan cerita pada novel. Masyarakat yang terlibat dalam dunia sastra seperti ahli sastra, sudah banyak melakukan penelitian mengenai psikologi tokoh dalam karya sastra.

Begitu juga para akademis sastra seperti mahasiswa. Beberapa mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Diponegoro pernah melakukan penelitian terhadap kondisi psikologi tokoh pada novel dalam bentuk skripsi. Penelitian tersebut ada yang menganilisis kondisi psikologi tokoh dari aspek kepribadian maupun kejiwaan tokoh. Di antaranya adalah: Widowati oleh Dina Kristiana, 5.

Nuryanto, 6. Skripsi-skripsi yang sudah ada sebelumnya tersebut membahas novel dengan objek yang diteliti adalah tokohnya, yang dikaji dengan menggunakan metode yang sejenis, yakni psikologi. Teori psikologi Gestalt mengembangkan ilusi dan peragaan untuk menunjukkan bahwa persepsi manusia bersifat subjektif.

Penelitian yang dilakukan Novianti mengungkapkan bahwa tokoh Eko memiliki sifat iri, dengki, dan pendendam. Dimana kepribadian terintegrasi dari aspek rasio, perasaan suasana hati , dan aspek emosional emosi.

Aspek kepribadian Saraswati dilihat dari aspek emosi yang bersumber dari suasana hati perasaan. Kepribadian yang dimiliki Saraswati adalah kecurigaan dan kecemburuan, perasaan cemas, perasaan bersalah, perasaan cinta, rendah diri, trauma, dan goncangan jiwa.

Andi 18 menyimpulkan tokoh Anggraini memiliki superego yang mampu menggantikan tujuan-tujuan realistis dengan tujuan moralistas. Dina Kristiana menggunakan teori dari Immanuel Kant untuk menganalisis kepribadian tokoh Laras. Kant membagi tempramen manusia menjadi: Dari hasil penelitiannya tokoh Laras memiliki tempramen choleris-melancholis. Antonius K. Nuryanto menganalisis kejiwaan dan emosi tokoh Ken Ratri dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Kartono.

Kartono berpendapat bahwa kepribadian manusis dipengaruhi oleh aspek rasio, perasaan, dan aspek emosional.

Antonius menyimpulkan bahwa Ken Ratri memiliki kepribadian bimbang, ketus, dan selalu cemas. Siti Laeliyah menyimpulkan bahwa Aris memiliki tempramen sangunis, yakni penuh harapan, suka menolong, pintar, dan mudah bergaul. Yuswinardi dalam skripsinya, menganalisis tipe kepribadian tokoh utama berdasarkan tipe kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung.

Budi Wirawan juga 19 menggunakan teori Carl Gustav Jung untuk menganalisis tokoh-tokoh yang ada dalam novel Perburuan. Tokoh-tokoh dalam novel tersebut memiliki kepribadian yang berbeda satu dengan yang lain. Diantika menganalisis tokoh Nedena menggunakan teori dari Sigmund Freud. Freud menyelidiki kehidupan jiwa manusia berdasarkan hakikat ketidaksadaran.

Ramond menyimpulkan jika dilema kejiwaan yang dialami Lasi disebabkan masa kecil Lasi yang kelam. Dimana ia sering diejek oleh temantemannya dengan sebutan anak haram. Berdasarkan pengamatan penulis, penelitian novel LT karya Andrei Aksana belum pernah dilakukan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, dari segi apa pun, khususnya psikologi.

Namun, penelitian terhadap karya Andrei Aksana yang lain sudah pernah dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Penelitian terhadap salah satu novel karya Andrei Aksana tersebut meneliti dari segi sosiologi sastra. Penelitian dengan objek tokoh utama novel LT belum pernah dilakukan.

Oleh karena itu, peneliti meneliti dua tokoh utama novel ini dengan menggunakan psikologi sastra. Kerangka Teori 1. Teori Instrinsik Pada Karya Fiksi Fiksi menurut Alternberd dan Lewis dapat diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antarmanusia melalui Nurgiyantoro, Fiksi menceritakan berbagai masalah kehidupan 21 manusia dalam interaksinya dengan lingkungan dan sesama, interaksinya dengan diri sendiri, serta interaksinya dengan Tuhan.

Fiksi merupakan hasil dialog, kontemplasi, dan reaksi pengarang terhadap lingkungan dan kehidupan. Pengarang mengemukakan hal itu berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan Nurgiyantoro, Berbicara mengenai anatomi fiksi berarti berbicara tentang struktur fiksi atau unsur-unsur yang membangun fiksi itu.

Struktur fiksi itu secara garis besar dibagi atas dua bagian, yaitu: Struktur dalam intrinsik adalah unsur-unsur yang membentuk karya sastra tersebut, seperti penokohan atau perwatakan, tema, alur plot , pusat pengisahan, latar, dan gaya bahasa. Struktur luar ekstrinsik adalah segala macam unsur yang berada di luar suatu karya sastra yang ikut mempengaruhi kehadiran karya sastra tersebut, misalnya faktor sosial ekonomi, faktor kebudayaan, faktor sosio-politik, keagamaan dan tata nilai yang dianut masyarakat Semi, Novel sebagai karya fiksi dibangun oleh unsur-unsur pembangun unsurunsur cerita , dibangun dari dua unsur, intrinsik dan ekstrinsik.

Novel menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajinatif, yang dibangun melalui berbagai unsur intinsiknya, seperti peristiwa, plot, tokoh dan penokohan , latar, sudut pandang, dan lain-lain Nurgiyantoro, Teori Tokoh Istilah tokoh menunjuk pada orang atau pelaku pada suatu cerita atau karya sastra.

Tokoh menjadikan suatu cerita rekaan menjadi hidup, karena tidak akan mungkin ada cerita rekaan tanpa adanya tokoh yang diceritakan. Sudjiman mengemukakan, tokoh adalah individu rekaan yang akan mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa di dalam suatu cerita. Melalui tokohtokoh itulah peristiwa dalam suatu cerita dapat terjalin, karena peristiwa atau kejadian yang terjadi merupakan hasil dari hubungan para tokoh Tokoh dan penokohan merupakan unsur yang penting dalam karya naratif.

Tokoh-tokoh cerita novel biasanya ditampilkan secara lebih lengkap, misalnya yang berhubungan dengan ciri-ciri fisik, keadaan sosial, tingkah laku, sifat dan kebiasaan, dan lain-lain. Bagaimana hubungan antartokoh juga termasuk, dan dilukiskan secara langsung maupun tidak langsung Nurgiyantoro, Tokoh cerita menurut Abrams adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan melalui Nurgiyantoro, Tokoh haruslah merupakan seorang tokoh yang hidup secara wajar, sewajar bagaimana kehidupan manusia yang terdiri dari darah dan daging, yang mempunyai pikiran dan perasaan.

Seorang tokoh cerita dikatakan wajar, relevan, jika mencerminkan dan mempunyai kemiripan dengan kehidupan manusia sesungguhnya lifelike. Tokoh cerita yang ditampilkan dalam fiksi adalah tokoh rekaan, tokoh yang tak pernah ada di dunia nyata.

Namun, pada karya tertentu ada juga tokoh nyata, yaitu tokoh manusia di dalam kehidupan nyata. Artinya tokoh cerita fiksi itu mempunyai ciri-ciri kepribadian tertentu seperti yang dimiliki oleh tokoh-tokoh tertentu dari kehidupan nyata, walau hal itu hanya menyangkut beberapa aspek saja Nurgiyantoro, Tokoh-tokoh cerita dalam sebuah fiksi dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis penamaan berdasarkan dari sudut mana penamaan itu dilakukan.

Dilihat dari segi peranan atau tingkat pentingnya tokoh dalam sebuah cerita, ada tokoh yang tergolong penting dan ditampilkan terus menerus sehingga terasa mendominasi sebagian besar cerita , dan ada tokoh -tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita. Itu pun mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif pendek. Tokoh dibedakan menjadi dua golongan, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan.

Tokoh yang disebut pertama adalah tokoh utama cerita central character, main character , yang kedua adalah tokoh tambahan peripheral character Nurgiyantoro, Menurut Nurgiyantoro, tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam novel yang bersangkutan. Ia merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian, maupun yang dikenai kejadian. Tokoh utama paling banyak diceritakan dan selalu berhubungan dengan tokohtokoh lain Tokoh utama selalu hadir sebagai pelaku, atau yang dikenai kejadian dan konflik.

Tokoh utama juga mempengaruhi plot, dan dalam pembuatan sinopsis dibuat sinopsisnya, sedangkan tokoh tambahan biasanya 24 diabaikan. Nurgiyantoro juga menambahkan, tokoh utama dalam sebuah novel bisa lebih dari seorang, walau kadar keutamaannya tak selalu sama.

Keutamaan tokoh utama tersebut ditentukan oleh dominasi, banyaknya penceritaan, dan pengaruhnya terhadap perkembangan plot secara keseluruhan. Di pihak lain, tokoh-tokoh tambahan dalam keseluruhan cerita lebih sedikit, tidak dipentingkan, dan kehadirannya hanya jika ada keterkaitannya dengan tokoh utama, secara langsung atau pun tak langsung Fungsi penampilan tokoh dalam novel dapat dibedakan ke dalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki kesamaan dengan pembaca, permasalahan yang dihadapi seolah-olah juga sebagai permasalahan pembaca, demikian pula dengan menyikapinya.

Altenbernd dan lewis melalui Nurgiyantoro, Tokoh antagonis adalah tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik. Tokoh antagonis biasanya beroposisi dengan tokoh protagonis, secara langsung maupun tidak dan bersifat fisik ataupun batin.

Hidup dari buku mimpi pdf berawal

Setiap tokoh pada sebuah cerita memiliki watak yang berbeda dengan tokoh lainnya. Pengertian watak adalah kualitas tokoh, kualitas nalar, dan jiwanya yang membedakan dengan tokoh lain Sudjiman, Luxemburg mengemukakan kepribadian dan watak tokoh dapat diketahui secara eksplisit dan 25 implisit.

Secara eksplisit jika watak tokoh dilukiskan oleh komentator pelaku lain, dan secara implisit jika terjadi lewat perbuatan dan ucapan Ada dua macam cara mengetahui kriteria tokoh dan perwatakannya dalam fiksi, yakni 1 secara analitik, pengarang langsung memaparkan tentang watak atau karakter tokoh. Pengarang menyebutkan bahwa tokoh tersebut keras kepala, penyayang, dan sebagainya; 2 secara dramatik, penggambaran perwatakan yang tidak diceritakan langsung, tetapi hal itu disampaikan melalui pilihan nama tokoh, penggambaran postur tubuh atau fisik seperti cara berpakaian, tingkah laku terhadap tokoh-tokoh lain dan lingkungannya , dan melalui dialog baik dialog tokoh yang bersangkutan dalam interaksinya dengan tokoh-tokoh lain Semi, Teori Latar Latar atau setting yang disebut juga landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan Abrams, dalam Nurgiyantoro Goldenstein menyebut tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dengan istilah ruang.

Ruang adalah tempat atau lokasi terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita. Ruang tidak hanya berfungsi sebagai wadah yang terpisah dari isi cerita, tetapi merupakan bagian integral cerita melalui Noor, Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Suatu latar yang digambarkan jelas oleh pengarang akan mendukung suatu cerita dengan 26 baik. Pemberian latar yang kurang tepat atau tidak jelas akan mengurangi mutu suatu karya sastra. Hal ini disebabkan karena latar dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lain pada cerita rekaan.

Okke KS Zaimar mengatakan jika ruang atau latar memiliki kaitan dengan tokoh. Ruang dapat menampilkan gambaran tentang seorang tokoh. Ruang dapat mempengaruhi tokoh dan membentuknya. Ruang membantu proses pembentukan sifat-sifat tokoh melalui Noor, Latar pada suatu karya fiksi merupakan suatu hal yang merefleksikan suatu kejadian dimana segala sesuatu harus terjadi pada suatu tempat dan waktu.

Latar tempat menunjukkan pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, atau lokasi tertentu tanpa nama yang jelas Nurgiyantoro, Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam 27 karya fiksi Latar sosial menggambarkan suasana kedaerahan dari daerah tertentu melalui kehidupan sosial masyarakat.

Bahasa daerah, penamaan tokoh, dan status sosial tokoh pada karya sastra dapat mengarah dan berhubungan pada latar sosial. Status sosial tokoh merupakan salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam pemilihan latar. Menurut segi letaknya, ada dua kategori ruang dalam karya sastra, yakni ruang tertutup dan terbuka. Ruang tertutup menunjuk pada tempat-tempat yang batasnya secara fisik tampak jelas, misalnya rumah, ruang-ruang di dalam rumah, dan kantor. Ruang terbuka menunjuk pada tempat-tempat yang batas-batasnya secara fisik sulit ditentukan, misalnya kota, taman, jalan, dan pantai.

Benda-benda di dalam ruang dan semua unsur interior ruang yang dalam kapasitas tertentu dapat mempertegas mental tokoh disebut detil-detil ruang. Cara tokoh memperlakukan detil-detil ruang memperlihatkan suasana hati tokoh, seperti sedih, gelisah, atau marah Noor, Keadaan ruang dan macam-macam detil ruang secara implisit menunjukkan watak khas yang dimiliki tokoh Noor, Menurut Mieke Bal, keadaan ruang dan isinya dapat memberikan nilai positif dan negatif tentang seorang tokoh.

Ruangan terbuka dapat ditafsirkan menunjukkan nilai positif, yaitu watak terbuka, ruang sempit dan berantakan menunjukkan nilai negatif, yaitu watak pemalas atau jorok melalui Noor, Teori Tema Tema theme menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita dalam Nurgiyantoro, Sayuti berpendapat bahwa tema adalah makna cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita.

Tema merupakan gagasan sentral, yakni sesuatu yang hendak diperjuangkan dalam dan melalui karya sastra. Tema merupakan implikasi yang penting bagi suatu cerita secara keseluruhan, bukan sebagian dari suatu cerita yang dapat dipisahkan Tema menurut Nurgiyantoro adalah gagasan dasar umum sebuah karya novel Dapat disimpulkan, bahwa tema yakni suatu gagasan sentral yang menjadi dasar suatu karya sastra.

Menemukan sebuah tema karya fiksi harus disimpulkan dari keseluruhan cerita, tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu cerita. Tema merupakan dasar utama cerita sekaligus tujuan utama cerita.

Tema biasanya mengangkat masalah kehidupan. Tema dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori yang berbeda, tergantung dari segi mana penggolongan itu dilakukan. Salah satu penggolongan tema adalah tema utama dan tema tambahan. Tema utama atau tema mayor merupakan makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum karya sastra. Makna dalam tema utama merupakan makna pokok cerita tersirat dalam sebagian besar cerita, dan bukan makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita saja Nurgiyantoro, Makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita dan dapat diidentifikasikan sebagai makna tambahan atau makna bagian disebut tema tambahan atau tema minor.

Dengan melihat persoalan mana yang paling menonjol; 2. Dengan melihat persoalan mana yang paling menimbulkan konflik, konflik yang menimbulkan peristiwa-peristiwa; 3. Dengan menghitung waktu penceritaan, yaitu waktu yang diperlukan untuk menceritakan peristiwa-peristiwa ataupun tokoh-tokoh di dalam sebuah karya sastra sehubungan dengan persoalan yang bersangkutan. Teori Psikologi Sastra Psikologi digunakan sebagai alat penelaah jiwa seseorang secara luas dan mendalam, baik dari sifat maupun sikap manusia.

Psikologi dalam penelitian ini merupakan ilmu bantu yang digunakan untuk mengetahui kepribadian dua tokoh utama dan yang menyebabkan mereka menjadi homoseksual. Psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan Endaswara, Karya sastra menampilkan aspek-aspek kejiwaan melalui tokoh-tokohnya.

Apakah mereka para pelaku homoseksual yang memiliki kelainan, atau malah masyarakat yang merasa normal yang memiliki kelainan. Untuk mengerti dan memahami hal tersebut seseorang perlu mempelajari ilmu psikologi, sebab dengan mempelajari psikologi seseorang akan memahami kejiwaan orang lain.

Melalui psikologi, masyarakat akan memahami mengapa kaum homoseksual memiliki ketertarikan seksual yang berbeda dan tidak sesuai norma. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani. Psyche yang bearti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Secara harafiah psikologi bearti ilmu jiwa. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya Sarwono, Akan tetapi, psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut, yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental Walgito, Psikologi umum ialah psikologi yang meneliti dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas psikis manusia yang tercermin dalam perilaku pada umumnya, yang dewasa, yang normal, dan yang berkultur dalam arti tidak terisolasi.

Psikologi umum memandang manusia seakan-akan terlepas dalam hubungannya dengan manusia lain. Sedangkan psikologi khusus meneliti dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia Walgito, Hal-hal khusus yang menyimpang dari hal-hal umum merupakan pembahasan dari psikologi khusus.

Psikologi khusus ada bermacammacam, antara lain: Psikologi yang digunakan dalam analisis ini adalah psikologi kepribadian. Psikologi kepribadian merupakan psikologi yang khusus menguraikan tentang pribadi manusia beserta tipe-tipe kepribadian manusia Biasanya kepribadian dibicarakan dalam pengertian apa yang membuat seseorang berbeda dari orang yang lain, apa yang membuatnya unik dibanding yang lain.

Sesuatu yang membuat seseorang unik dari yang lain, misalnya ada orang yang 32 neurotik, sementara yang lain tidak ; ada yang introvert tertutup , dan ada juga yang ekstrovert terbuka ; dan lainnya Zaviera, Kepribadian berasal dari kata personality Inggris yang berasal dari kata persona Latin yang berarti kedok atau topeng.

Watak atau topeng dipakai untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Hal itu dilakukan karena terdapat ciri-ciri yang khas yang hanya dimiliki oleh seseorang, baik itu kepribadian yang baik ataupun tidak Sujanto, Kepribadian adalah suatu totalitas psikophisis yang kompleks dari individu, sehingga tampak di dalam tingkah lakunya yang unik Kepribadian merupakan hasil pengaruh hereditas dan lingkungan.

Kepribadian dibentuk oleh tempramen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi. Tiga faktor menjadi penentu perkembangan kepribadian adalah faktor bawaan, pengalaman awal dalam lingkungan keluarga, dan pengalamanpengalaman dalam kehidupan selanjutnya Hurlock, Kepribadian dan perkembangan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor biologis dan faktor lingkungan.

Faktor biologis terjadi saat proses pembuahan sampai lahir. Faktor lingkungan adalah faktor sosialisasi, dimana seseorang mampu menempatkan diri secara tepat dalam masyarakat Dagun, Pendidikan keluarga sebagai peletak dasar dalam pembentukan kepribadian anak. Pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga akan mempengaruhi seluruh kehidupan dan perilakunya. Hal tersebut disebabkan sejak 33 kecil anak hidup, tumbuh, dan berkembang, di dalam keluarga. Keluarga yang mengisi kepribadian anak Sujanto, Pendidikan yang diperoleh anak di keluarga akan ia bawa kemana pun ia pergi dan menjadi pencerminan keadaan keluarganya.

Keluarga yang lengkap dan harmonis sangat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Kehadiran ayah dan ibu sangat penting dalam kehidupan anak. Anak-anak yang diasuh oleh satu orangtua saja akan lebih banyak menimbulkan resiko daripada anak yang diasuh lengkap oleh kedua orangtuanya Dagun, Tumbuh dan berkembangnya anak tidak hanya menjadi tanggungjawab seorang ibu.

Ayah juga memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ayah berpatisipasi dalam membina pertumbuhan fisik dan psikologis anak Dagun, Dagun mengemukakan, seorang anak yang tidak mendapat asuhan dan perhatian dari ayahnya, akan memiliki perkembangan yang berbeda dibandingkan anak yang mendapat asuhan dan perhatian dari ayahnya.

Anak yang tidak mendapat asuhan dari ayahnya akan mengakibatkan kemampuan akademis anak menurun, aktivitas sosial terhambat, interaksi sosial terbatas, bahkan bagi anak laki-laki akan membuat sifat kelakiannya maskulin menjadi kabur atau hilang Kehadiran seorang ayah juga penting dalam perkembangan mental anak. Ketidakhadiran ayah akan menyebabkan anak menjadi lamban menanggapi keinginan dan kebutuhan Selain itu, keinginan, harapan, perilaku orangtua terhadap anaknya akan membentuk suatu pola kepribadian Anak tiri, anak tunggal, anak sulung, anak bungsu, anak pungut, merupakan status yang diberikan kepada anak.

Status anakanak tersebut sangat mempengaruhi kepribadian yang akan muncul dalam diri mereka. Anak tunggal merupakan tumpuan harapan kedua orang tuanya. Harapan orang tua bertumpuk menjadi satu padanya. Harapan akan hidup yang lebih baik, meneruskan keturunan, tercapainya cita-cita, dan segala harapan lainnya.

Oleh karena itu orang tua akan sangat khawatir dan sangat ketakutan bila kehilangan anak Anak dengan status anak tunggal akan membuat orang tua berusaha melindungi, berusaha memenuhi segala keinginanya, membiarkan anak melakukan kehendaknya, dan menuruti semua keinginanya tetapi melarang anak melakukan suatu yang berat atau mengkhawatirkan bagi jiwanya.

Sikap orang tua seperti itu akan menghambat anak untuk berkembang, karena rasa takut dan khawatir akan bahaya yang dapat menimpa anaknya. Selain itu di dalam pergaulan akan menyebabkan anak berbeda dengan teman-temanya.

Anak akan memiliki sikap malu-malu dan menarik diri dari pergaulan. Kepribadian seperti itu tidak akan membuatnya berkembang. Sujanto, Para ahli psikologi melakukan berbagai penelitian mengenai kepribadian manusia.

Penelitian yang dilakukan para ahli tersebut menghasilkan berbagai macam teori kepribadian yang sampai sekarang digunakan masyarakat. Salah satu ahli psikologi tersebut adalah Carl Gustav Jung. Carl Gustav Jung selanjutnya disebut Jung membahas struktur psyche atau kepribadian. Psyche adalah totalitas 35 segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun yang tidak disadari.

Jiwa manusia terdiri: Alam sadar atau kesadaran mempunyai dua komponen pokok, fungsi jiwa dan sikap jiwa. Keduanya mempunyai peranan penting dalam orientasi manusia dalam dunianya dalam Suryabrata, Fungsi jiwa menurut Jung ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teori tiada berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda.

Fungsi rasional bekerja dengan cara penilaian, pikiran menilai atas dasar benar dan salah, sedangkan perasaan menilai atas dasar menyenangkan dan tidak menyenangkan. Fungsi yang paling berkembang merupakan fungsi superior dan menentukan tipe orangnya Suryabrata, Manusia menurut Jung memiliki sikap jiwa. Sikap jiwa adalah: Berdasarkan atas sikap jiwanya, manusia dapat digolongkan menjadi dua tipe, 1 manusia yang bertipe ekstrovers atau ekstrovert terbuka dan 2 manusia yang bertipe introvers atau introvert tertutup.

Orang yang ekstrovert atau terbuka dipengaruhi oleh dunia obyektif, dunia di luar dirinya. Orientasinya terutama tertuju keluar; pikiran, perasaan serta tindakannya terutama ditentukan oleh lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan non sosial. Orang bertipe ekstovers bersikap positif terhadap 37 masyarakat, hatinya terbuka, mudah bergaul, dan hubungan dengan orang lain lancar. Orang yang introvert atau tertutup dipengaruhi oleh dunia subyektif, yaitu dunia di dalam dirinya sendiri.

Orientasinya terutama tertuju ke dalam: Penyesuaian dengan dunia luar kurang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul, sukar berhubungan dengan orang lain, dan kurang dapat menarik hati orang lain Suryabrata, Antara ekstrovert dan introvert terdapat hubungan yang kompensatoris yang dinamakan ambrivert.

Berdasarkan pada dua komponen pokok kesadaran, yakni fungsi jiwa dan sikap jiwa, sampailah Jung pada empat kali dua atau delapan tipe. Empat tipe ekstravers dan empat tipe introvers, tipe pembagian tersebut dikenal dengan istilah tipologi Jung. Jung dalam tipologinya membahas kehidupan alam tidak sadar, yang merupakan realitas yang sama pentingnya dengan kehidupan alam sadar. Kehidupan alam tidak sadar berlawanan dengan kehidupan alam sadar, sehingga orang yang kesadarannya bertipe pemikir maka ketidaksadarannya adalah perasa.

Orang yang kesadarannya ekstravers ketidaksadarannya bersifat introvers, begitu juga selanjutnya dalam Suryabrata, Pemahaman mengenai tipologi Jung dapat dipahami melalui tabel berikut ini: Bila anak melihat dirinya secara positif melalui perlakuan orang lain terhadap mereka, terutama perlakuan orang yang paling penting bagi mereka, maka akan mempunyai pengaruh yang menguntungkan bagi kepribadian dan menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang baik Teori Psikoseksual Seksualitas dalam arti yang luas ialah semua aspek badaniah, psikologik, dan kebudayaan yang berhubungan langsung dengan seks dan hubungan seks manusia.

Seksualitas adalah keinginan untuk berhubungan, kehangatan, kemesraan dan cinta, termasuk di dalamnya memandang, berbicara, bergandengan tangan. Seksualitas mengandung arti yang luas bagi manusia, karena sejak manusia hadir ke muka bumi ini hal tersebut sudah menyertainya http: Secara individu, seksualitas akan melibatkan gabungan antara faktor keluarga, lingkungan sosial, kepercayaan atau agama, dan penuaan. Faktor hubungan interpersonal dalam hubungan seksual juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam seksualitas http: Manusia dalam hidupnya mengalami perkembangan kehidupan seksual yang berbeda-beda.

Kehidupan seksual manusia ada yang berjalan lancar dan normal sehat namun ada pula yang mengalami gangguan atau kelainan. Perilaku seksual yang normal ialah yang dapat menyesuaikan diri, bukan saja dengan tuntutan masyarakat, tetapi juga dengan kebutuhan individu mengenai kebahagiaan dan pertumbuhan, yaitu perwujudan diri sendiri atau peningkatan kemampuan individu untuk mengembangkan kepribadiannya menjadi lebih baik.

Normal dalam hal ini diartikan sehat atau tidak patologik dalam hal fungsi keseluruhan http: Seseorang yang memiliki perilaku seksual sehat atau normal tidak memiliki perasaan takut atau bersalah dalam memperoleh pengalaman seksualnya, ia akan jatuh cinta dan menikah dengan 40 partner yang dipilihnya, serta mempertahankan rasa cinta kasih dan daya tarik seksual terhadap partner nya tersebut http: Ada dua istilah gangguan perkembangan psikoseksual dalam diri manusia, yakni disfungsi seksual dan deviasi seksual.

Disfungsi seksual adalah gangguan yang terkait dengan penyertaan aktivitas dan dorongan seksual yang defisien atau eksesif. Beberapa kasus disfungsi seksual adalah impotensi, ejakulasi, satyriasis dan nyphomania Sadarjoen Pemerkosaan, incest, homoseksualitas, pedophophilia, voyeurism, fetishism, machochism, transvestitism, bestialitas, exhibitionism, dan sadisme termasuk deviasi seksual Supratiknya membagi masalah seksual yang dihadapi seseorang menjadi disfungsi seksual dan kelainan seksual.

Disfungsi seksual adalah gangguan baik dalam hal hasrat untuk mendapatkan kepuasan seksual maupun dalam hal kemampuan untuk mencapai kepuasan seksual. Jenis-jenis disfungsi seksual yang dialami pria maupun wanita menurutnya adalah insufisiensi erektil, ejakulasi, insufisiensi rangsangan, disfungsi orgamik, vaginismus, dan dispareunia.

Perilaku seksual yang berkelainan variant sexual behavior adalah perilaku seksual yang pemuasannya ditentukan oleh sesuatu yang lain, bukan lewat hubungan seksual dengan pasangan beda jenis yang sudah dewasa.

Perilaku seksual yang berkelainan dialami oleh pria maupun wanita dan tidak menimbulkan korban. Perilaku seksual yang berkelainan di antaranya adalah homoseksual, biseks, transvestisme, transseksualisme, fetishisme, voyeurism, ekshibisionisme, sadisme, incest, dan masokhisme Masalah seksualitas yang akan dibahas 41 dalam penelitian ini adalah masalah seksual yang dialami oleh dua tokoh utama dalam novel, yakni mengenai homoseksual antara dua orang pria.

Homoseksual merupakan salah satu bentuk varian atau kelainan seksual yang dialami pria maupun wanita. Perilaku homoseksual menurut Supratiknya adalah perilaku seksual yang ditujukan pada pasangan sejenis, bila pria dengan pria disebut gay, dan bila terjadi di antara wanita disebut lesbian Menurut Sadarjoen, homoseksualitas dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang kuat akan daya tarik erotis seseorang terhadap jenis kelamin yang sama.

Pdf berawal dari buku hidup mimpi

Istilah homoseksual lazim digunakan bagi pria yang mengalami penyimpangan ini Seseorang yang menjadi homoseksual memiliki gangguan yang terletak pada perkembangan gender identity, keraguan menentukan identitas gender yang dimilikinya.

Homoseksual tidak hanya melibatkan kontak fisik yang ditunjukan dalam bentuk kontak seksual, namun juga melibatkan aspek emosional dan psikologis berupa kedekatan emosional dengan pasangan, ketertarikan secara erotis, serta persepsi individu yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai seorang homoseksual http: Sadarjoen mengatakan penyebab homoseksual adalah pengalaman homoseksual ketika penderita pernah dijadikan 42 objek seksual oleh orang dewasa sesama jenis Homoseksual dapat mengacu kepada: Orientasi seksual, ketertarikan atau dorongan atau hasrat untuk terlibat secara seksual dan emosional ketertarikan yang bersifat romantis terhadap orang yang berjenis kelamin sama.

Perilaku seksual Sexual Behavior , perilaku seksual yang dilakukan antara dua orang yang berjenis kelamin sama, tidak peduli orientasi seksual atau identitas gender.

Identitas seksual Sexual Identity atau identifikasi diri, yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku homoseksual atau orientasi homoseksual.

Pria dengan pria disebut gay, perempuan dengan perempuan disebut lesbian http: Orang yang memiliki perilaku seksual berkelainan seperti gay, memiliki penampilan atau ciri yang berbeda dengan orang normal. Gay umumnya suka memakai baju yang ketat, dengan maksud menunjukkan keindahan lekuk tubuhnya. Bentuk body badan bagi seorang gay adalah nilai jual tersendiri. Umumnya, para gay ini terlihat sangat feminim, dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung "ramai".

Selain itu gaya bicara seorang gay akan 43 berbeda dengan kaum nomal, dan itu dapat diketahui saat seseorang mengobrol dengan kaum gay. Ciri lainnya, mereka selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita http: Kepribadian seorang gay cenderung pendiam, tertutup, dan tidak suka bergaul dengan banyak orang. Biasanya kaum gay hanya berbicara seadanya dan cenderung lembut http: Perbedaan antara jenis kelamin yang paling nyata dalam stereotip peran seks tampak pada ciri kepribadian, seperti pola kepribadian yang feminim ditandai oleh ketergantungan, kepasifan, dan kepatuhan.

Sebaliknya, pola kepribadian maskulin yang khas adalah pola orang yang dominan, agresif, dan aktif Hurlock, Seseorang menjadi homoseksual diakibatkan karena berbagai faktor. Faktor lingkungan keluarga merupakan salah satu indikator seseorang menjadi homoseksual. Lingkungan keluarga turut mempengaruhi terbentuknya homoseksual. Jenis pola keluarga dan siapa anggota keluarga yang ikut berperan, mempengaruhi perkembangan anak Hurlock, Ayah mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan peran seksual anak.

Jika peran ayah kecil atau tidak berperan sama sekali dalam perkembangan anak, terutama dalam hal pola asuh, maka akan muncul kesimpangsiuran peran jenis kelamin anak Dagun, Mavis Hetherington melalui Dagun, 44 Selain itu anak menjadi kurang mandiri, ketergantungan, kurang tegas, dan tidak menyukai permainan yang melibatkan fisik.

Keadaan tersebut bagi anak laki-laki akan mengakibatkan kurang memperlihatkan sikap sebagai seorang laki-laki. Freudian berpendapat, bahwa perasaan yang diekspresikan seorang homoseksual bersumber pada asosiasi perasaan bersalah yang tidak disadari baik terhadap wanita maupun incest.

Menurut teori Freud, keterpakuan terhadap respon homoseksual terbina dalam masa anak-anak melalui interaksi emosional antara anak dengan orang tuanya melalui Sadarjoen, Interaksi emosional yang kuat mempengaruhi respon homoseksual. Faktor lingkungan keluarga yang diperkirakan dapat mempengaruhi terbentuknya homoseksual menurut Adesla diantaranya adalah: Pola asuh Cara mengasuh seorang anak juga dapat mempengaruhi terbentuknya homoseksual.

Sejak dini seorang anak telah dikenalkan pada identitas mereka sebagai seorang pria atau perempuan. Pengenalan identitas diri ini tidak hanya sebatas pada sebutan namun juga pada makna di balik sebutan pria atau perempuan tersebut, meliputi: Kriteria penampilan fisik: Karakteristik fisik: Pria pada umumnya memiliki kondisi fisik yang lebih kuat 45 dibandingkan dengan wanita; pria pada umumnya tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang mengandalkan tenaga atau otot kasar, sementara wanita pada umumnya lebih tertarik pada kegiatan-kegiatan yang mengandalkan otot halus.

Karakteristik sifat: Karakteristik tuntutan dan harapan: Dengan demikian pria dituntut untuk menjadi figur yang kuat, tegar, tegas, berani, dan siap melindungi yang lebih lemah seperti istri, dan anak-anak. Masyarakat yang menganut sistem maternalistik maka berlaku sebaliknya, bahwa wanita dituntut untuk menjadi kepala keluarga.

Jika dilihat secara universal, sistem yang diakui universal adalah sistem paternalistik. Namun baik paternalistik maupun maternalistik, setiap orang tetap dapat berlaku sebagai pria ataupun wanita sepenuhnya. Yang membedakan pada 46 kepala keluarga pria dalam paternalistik dan wanita dalam maternalistik adalah pendekatan yang digunakan dalam memenuhi tanggung jawab mereka sebagai kepala keluarga. Pola asuh yang tidak tepat seperti anak laki-laki yang dikenakan pakaian perempuan, didandani, diberikan mainan boneka, dan diasuh seperti layaknya mengasuh seorang perempuan ataupun sebaliknya, dapat berimplikasi pada terbentuknya identitas homoseksual pada anak tersebut.

Hal tersebut dikarenakan anak tidak dikenalkan dan dididik secara tepat dan benar akan identitas seksualnya serta akan perbedaan yang jelas antara laki-laki dan perempuan. Figur orang yang berjenis kelamin sama dan relasinya dengan lawan jenis. Dalam proses pembentukan identitas seksual, seorang anak pertama-tama akan melihat pada orang tua mereka sendiri yang berjenis kelamin sama dengannya.

Anak laki-laki melihat pada ayahnya, dan anak perempuan melihat pada ibunya, dan kemudian mereka juga melihat pada teman bermain yang berjenis kelamin sama dengannya.

Homoseksual terbentuk ketika anak gagal mengidentifikasi dan mengasimilasi, apa, siapa, dan bagaimana menjadi dan menjalani peranan sesuai dengan identitas seksual berdasarkan nilai-nilai universal pria dan wanita.

Kegagalan mengidentifikasi dan mengasimilasi identitas seksual ini dapat dikarenakan figur yang dilihat dan menjadi contoh untuknya tidak memerankan peranan identitas seksual mereka sesuai dengan nilainilai universal yang berlaku, seperti ibu yang terlalu mendominasi dan 47 ayah yang tidak memiliki ikatan emosional dengan anak-anaknya, ayah tampil sebagai figur yang lemah tidak berdaya, serta orang tua yang homoseksual.

Hal tersebut membuat anak laki-laki merasa tidak nyaman terhadap ibunya yang terlalu dominan dan memperlakukan ayahnya yang adalah kelompoknya secara tidak menyenangkan. Tanpa disadari oleh anak, kejadian ini seakan terekam dalam ingatannya dan dijadikan sebagai contoh bagaimana wanita akan memperlakukan dirinya nanti seandainya ia membina hubungan dengan wanita. Ia pun sama sekali tidak mengingkan hal seperti demikian terjadi pada dirinya.

Pada akhirnya ia jadi merasa lebih nyaman dan aman untuk berhubungan dengan kelompok jenisnya sendiri melalui http: Hurlock mengatakan, salah tugas perkembangan yang penting di akhir masa kanak-kanak ialah belajar memerankan peran seks yang disetujui kelompok sosial.

Kegagalan dalam menguasai tugas ini akan membawa reaksi sosial yang merugikan, yang kemudian mempengaruhi konsep diri anak Hurlock, Ia juga menambahkan, bahwa minat seks pada anak meningkat sepanjang masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya pada masa puber Ketetapan stereotip peran seks dicapai dengan mengajar anak, sejak awal kanak-kanak diajarkan untuk memainkan peran yang dianggap sesuai dengan jenis kelaminnya dan dengan meniadakan kesempatan untuk belajar peran yang dianggap tidak sesuai Hurlock, Orang tua, guru, dan teman adalah orang-orang yang pertama-tama bertanggung jawab atas penentuan peran seks 48 anak Pemaksaan stereotip peran seks pada anak yang tidak sesuai dengan kemampuan atau minat akan mendatangkan rasa tidak puas dan frustasi Ia menjelaskan, bila anak tidak mau atau tidak mampu menerima stereotip peran seks yang telah dipelajarinya sebagai jenis peran seks yang disetujui kelompoknya, mereka dihadapkan pada suatu dilema.

Mereka mungkin melakukan apa yang paling memenuhi kebutuhan mereka, membuat penyesuaian pribadi yang baik tetapi penyesuaian sosial yang buruk, atau mereka akan melakukan apa yang diharapkan oleh kelompok, jadi membuat penyesuaian sosial yang baik tetapi penyesuaian pribadi yang buruk Sadarjoen berpendapat, melalui konsepsi psikoanalitik mengenai perkembangan seksual, respon seksual awal dari anak kecil adalah biseksual.

Apakah nantinya berkembang menjadi heteroseksual atau homoseksual ditentukan kemudian Proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang menjadi penentu menjadi heteroseksual atau homoseksual. Seseorang yang homoseksual bukan murni didasari oleh orientasi homoseksual ketertarikan yang bersifat romantis melainkan karena di motivasi oleh rasa ketergantungan terhadap sesama jenis dan kebutuhan akan power kuasa.

Ia meyakini bahwa dirinya lemah dan tidak memiliki kuasa atau kekuatan untuk dapat memenuhi kebutuhannya dan meraih apa yang diinginkannya sendirian. Ia mencari seseorang yang dapat dijadikannya sebagai pegangan, sebagai tempatnya berlindung dan bergantung. Dengan latar belakang pengalaman hidupnya, ia menemukan kenyamanan dan rasa aman ketika berhubungan dengan sesama jenisnya http: Faktor lingkungan yang paling besar memungkinan mempengaruhinya adalah kekerasan seksual dan pengalaman traumatik.

Seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis berusaha menghindari sensasi dari pengalaman tersebut. Seringkali ketika mereka sedang sendiri pengalaman dan sensasi tersebut muncul dan membayang-bayangi diri mereka, demikian juga dalam mimpi.

Mereka juga teringat akan sensasi yang dirasakan ketika kejadian tersebut terjadi, dan timbullah hasrat dalam diri mereka untuk merasakan kembali sensasi tersebut. Dorongan inilah yang membuat mereka mencoba-coba dan akhirnya merasakan kenyamanan hingga terbentuk menjadi homoseksual Adesla melalui http: Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita.

Berikut ini akan dibahas unsur intrinsik yang membangun jalan cerita novel LT meliputi tokoh, latar, dan tema, yang akan mendukung analisis kepribadian tokoh utama dalam novel. Tokoh dalam Novel Lelaki Terindah Peristiwa dalam karya fiksi seperti halnya peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu diemban oleh tokoh atau pelaku-pelaku tertentu.

Tokoh merupakan pelaku cerita, yang melakukan dan dikenai sesuatu di setiap peristiwa dalam cerita. Tokoh membuat cerita menjadi hidup. Merujuk pada teori yang dipaparkan pada bab sebelumnya, berikut ini akan dibahas analisis mengenai tokoh yang terdapat dalam novel LT. Analisis dilakukan untuk mengetahui tokoh-tokoh yang berperan dalam jalannya cerita serta yang mendukung gambaran kepribadian tokoh utama, khususnya yang 50 51 mengakibatkan tokoh utama menjadi homoseksual.

Selain itu, analisis dilakukan untuk mengetahui gambaran fisik dan mental para tokoh. Tokoh Rafky Rafky adalah pemuda gagah dan tampan.

Badannya tegap, tinggi atletis. Sosok idaman setiap wanita. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga. Kedua orangtuanya menjadikan Rafky sebagai perisai keluarga. Rafky adalah salah satu cowok metroseksual. Rafky sangat peduli dengan penampilannya. Sikap pria metroseksual yang dimiliki Rafky tampak pada: Ia menikmati menjadi pusat perhatian.

Ia semakin berlatih keras di finess center. Bukan hanya untuk sehat, tapi juga untuk mempertahankan keindahan tubuhnya. Tokoh Valent Valent adalah pasangan homoseksual Rafky.

Valent anak tunggal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya meninggal karena kecelakaan saat ia berumur dua tahun. Kepergian ayahnya membuat dirinya tidak mengenal kasih sayang seorang pria, seorang ayah.

Sehingga saat ia melewati masa kanak-kanak atau puber, ia merasa janggal akan dirinya. Kejanggalan yang Valent rasakan dalam dirinya sebagai berikut: Ia seperti terkurung dalam tubuh seorang lelaki dewasa. Valent memiliki sisi kewanitaan dalam dirinya yang tampan dan gagah. Hal itu terlihat dari penampilannya yang menarik dan fashionable maupun dari raut wajahnya.

Penampilannya menarik, gaya anak muda sekarang. Kemeja lengan panjang digulung ke siku, dengan celana blue denim. Sweater hangat tampak diikat melingkar di atas pundaknya. Rapi, fashionable, tapi tidak genit. Sebentuk paras yang rupawan. Alur yang membentuk hidung, bibir, dan dagunya demikian menawan. Terlalu halus untuk laki-laki. Ketampanannya berbaur dengan kelembutan. Penyakit tersebut membuat Valent memiliki ketergantungan terhadap suntikan insulin jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh.

Selain itu, karena penyakitnya membuat Valent tidak bisa terlalu lama bermain di luar rumah. Valent pun tidak memiliki banyak teman. Karena penyakit diabetes yang diidapnya, Valent tidak bisa terlalu lama bermain di luar rumah. Sinar matahari yang panas akan menguras tenaganya dan membuatnya cepat lelah. Tokoh Janita Janita adalah ibu Valent. Janita menjadi single parent bagi Valent karena suaminya telah tiada. Ia pun memutuskan membesarkan Valent seorang diri dengan tidak menikah lagi. Janita seorang ibu yang kuat dan tangguh.

Ia bekerja di perusahaan peninggalan suaminya, selain itu ia membesarkan Valent seorang diri hingga dewasa. Ia pun dengan sabar merawat Valent, terlebih lagi jika penyakit Diabetes Valent kambuh. Janita selalu berusaha agar Valent bahagia dan senang. Janita menjerit histeris ketika siang itu menemukan Valent cilik menggigil hebat di dalam kamarnya. Valent meringkuk memilukan di lantai. Janita segera menyelubungi anaknya dengan selimut berlapis-lapis dan melarikannya ke rumah sakit.

Oleh karena itu saat ia tahu bahwa Valent adalah homoseksual, ia sangat shock dan kecewa. Janita berusaha agar Valent menjauhi Rafky. Tiap ke kantor maupun pulang kantor Valent selalu di antar jemput, bahkan ditunggui.

Kini setiap hari Valent diantar-jemput oleh sopir pribadi Janita dan diawasi setiap kegiatannya. Selesai jam kantor, harus langsung pulang ke rumah. Janita menghitung setiap menit.

Valent tak boleh terlambat detik 54 pun. Janita seketat mungkin memonitor Valent agar anaknya tidak punya celah sedikut pun untuk bertemu Rafky. Rhea merupakan gadis modern dengan penampilan trendi. Rhea tidak hanya cantik secara fisik, tapi ia juga cerdas dan mandiri.

Ia seorang interior designer. Rhea anak sulung dari keluarga yang kaya raya. Rhea sangat mencintai Rafky dan tidak mau melepaskan Rafky meski ia tahu bahwa Rafky adalah homoseksual. Sikap Rhea yang posesif dan ambisius ada pada kutipan berikut: Rhea langsung memekik histeris.

Ia menerjang dan menerkam Rafky dengan membabi buta. Memukul-mukul dengan kalap.

Mimpi pdf hidup buku berawal dari

Mencakar tubuh Rafky hingga berdarah. Ia menguntit kemana pun Rafky pergi. Kita bisa main bertiga, kan? Aku rela menjadi pelengkap, asalkan kau kembali padaku!

Translation from thai to english language

Tokoh Kinan Kinan seorang wanita lugu dan baik hati. Kinan merupakan figur gadis impian. Pindah ke Mesir[ sunting sunting sumber ] Keahlian Dorothy yang luar biasa tentang Mesir Kuno melebihi pengetahuan para sarjana tentang Mesir.

Hal ini kemudian menuntunnya pada perjalanan ke Mesir. Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai asiten arkeolog dalam penggalian di situs Giza di Kairo , dan sering dipekerjakan oleh para ahli yang memperdalam kebudayaan tentang Mesir Kuno. Ia melakukan itu selama dua puluh tahun lebih.

Dorothy Eady pernah ikut sebagai pembantu utama dalam proyek penelitian Dr Selim Hassan yang kemudian mempublikasikan Penggalian Situs Giza. Ia pernah juga bekerja pada Dr Ahmed Fakhry sebagai konsultan dan asisten pada penelitian piramid di Dahshur. Dalam dua studi dan penggalian situs Mesir kuno ini perannya sangat menonjol dan sungguh mengagumkan kedua pakar Mesir kuno itu.

Dorothy sangat memahami budaya dan arsitektur serta sistem pemujaan dewa-dewa pada zaman Mesir Kuno. Ia memberikan gambaran yang detail, menerjemahkan hiroglif degan mudah, dan memberi saran-saran ilmiah yang ternyata sejalan dengan fakta sejarah yang kemudian ditemukan para ahli Mesir.

Dari berbagai pengalaman kerja dengan para pakar kelas dunia ini ia pun semakin populer di kalangan peneliti budaya Mesir Kuno. Kisahnya sudah dibukukan dan difilmkan sebagai fenomena sebuah reinkarnasi. Dorothy memang menghabiskan masa tuanya di kuil Osiris di Abydos, dan menjadi penjaga kuil kuno tersebut, karena kemampuan dan keahliannya tentang Mesir Kuno yang amat spektakuler.

Ia sangat mahir menerjemahkan hiroglif Mesir Kuno tanpa pernah belajar. Bisa memberikan gambaran tepat tentang beberapa detail kuil Osiris di Abydos yang dibangun pada dinasti Firauan Seti I. Sejak lama Dorothy Eady telah sering memimpikan sebuah kuil di wilayah Abydos, Mesir dekat sungai Nil.

Ia mengaku telah melakukan perjalanan astral lewat dunia mimpi ke berbagai sudut kuil tersebut. Anehnya, walau belum pernah berkunjung ke sana, Dorothy bisa memberikan beberapa detail kuil Osiris dan Firaun Seti di Abydos dengan sempurna.

Keinginan "kembali" ke Mesir, mendorong sosok reinkarnasi di tubuh Dorothy Eady mencari jalan untuk meuwujudkan semua keinginannya.

Belakangan setelah cukup dewasa, ia pun pasca Perang Dunia Pertama pada tahun , ia menikah dengan seorang pemuda Mesir dan mendapat seorang anak tunggal yang diberi nama Seti.

Sejak itu ia mengubah namanya menjadi Omm Sety Um Seti. Setelah menikah ia tinggal di Mesir dan bekerja pada bidang arkeologi dan sejarah.

Selama 19 tahun tinggal di Kairo, Mesir, ia belum sempat berkunjung ke Abydos. Pada kurun tahun , di usia akhir 49 tahun, ia pun untuk pertama kali melakukan kunjungan ziarah ke kuil Firaun Seti di Abydos yang juga tempat makam dewa Osiris Mesir kuno. Beberapa tahun kemudian, ia dipindahtugaskan ke Departemen Purbakala Mesir sebagai asisten khusus.

Saat itulah ia mendirikan rumah yan tak jauh dari situs Abydos. Keinginan yang kuat setelah mengabdi dan mendedikasikan semua pengetahuannya akan Mesir kuno terutama tentang kuil Firaun Seti I dan Osiris di Abydos, selama lebih dari 20 tahun, Dorothy Eady yang bersalin nama menjadi Omm Sety pun kembali ke Abydos pada tahun Ia menghabiskan masa tua sampai akhir hayatnya di kuil bangunan Mesir kuno itu.

Mengabdikan diri pada pelestarian adat budaya zaman Mesir kuno, ia menjadi perawat tetap kuil tersebut, dan melakukan ritual yang bahkan sudah tidak diketahui oleh orang-orang Mesir kini.